SiAmplop

Contoh Proposal Penelitian Yang Baik dan Benar

Dalam dunia perkuliahan, seorang mahasiswa tentulah mengetahui apa itu proposal penelitian karena untuk menyelesaikan tahap akhir pendidikannya harus terlebih dahulu menyelesaikan salah satu syarat mutlak yaitu dengan membuat skripsi. Sebelum skripsi itu dibuat mahasiswa terlebih dahulu mengajukan proposal penelitian untuk kemudian dinilai apakah layak nantinya proposal tersebut diangkat sebagai judul skripsi ataukah tidak.

Lantas, bagaimana sih cara membuat proposal penelitian itu?

Kerangka Penulisan Proposal
Dalam menyusun sebuah proposal penelitian itu sebenarnya tidak ada aturan yang baku karena untuk setiap universitas/instansi memiliki panduan sendiri-sendiri, berbeda dengan instansi lainnya. Namun pada intinya setiap proposal penelitian tersebut adalah membahas tentang masalah apa yang akan diteliti serta bagaimanakah metode yang akan digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.
Berikut adalah contoh Kerangka penulisan proposal penelitian yang terdiri dari bagian-bagian berikut ini:

A. BAGIAN AWAL

Bagian awal proposal penelitian terdiri atas: 

Halaman sampul depan 
Isinya adalah tentang: Usulan Penelitian Skripsi, Judul, Lambang atau logo Universitas , nama peserta. Halaman ini biasanya menggunakan kertas yg disesuaikan dengan ketentuan di setiap masing-masing fakultas

Halaman sampul dalam
Halaman ini berisi materi yang sama dengan halaman sampul depan, tetapi menggunakan kertas putih.

Halaman pesetujuan
Biasanya terdiri dari 2 halaman. Merupakan halaman yang berisi nama lengkap peserta serta tanda tangan pembimbing 1 dan 2 serta halaman penetapan panitia penguji yang memuat: tanggal, bulan tahun pelaksanaan, nama ketua dan anggota, penguji Skripsi.

Halaman daftar isi 
Memuat semua bagian dalam proposal penelitian Skripsi termasuk urutan Bab, Sub Bab dan Anak Bab beserta nomor halamannya.

Halaman daftar tabel (jika ada)
Halaman yang memuat urutan tabel, keterangan serta nomor halamannya.

Halaman daftar gambar (jika ada)
Halaman yang memuat urutan gambar, keterangan serta nomor halamannya

Halaman daftar lampiran
Memuat nomor urut lampiran, judul lampiran dan nomor halamannya.

B. BAGIAN INTI

Bagian inti proposal penelitian terdiri atas :

1) BAB 1 PENDAHULUAN

a) Latar Belakang 
    Berisi uraian tentang masalah apa yang akan diangkat dalam penelitian, yang terkait dengan judul, serta alasan mengapa masalah itu penting dan perlu diteliti. Masalah tersebut harus didukung oleh fakta empiris (pemikiran induktif) sehingga jelas, memang ada masalah yang perlu diteliti.

b) Identifikasi masalah
     Menjelaskan tentang masalah inti dari penelitian yang akan diangkat dan dijabarkan secara lebih detail dalam sebuah skripsi.

c) Pembatasan masalah 
    Membatasi pada masalah apa saja yang akan diangkat dalam bahasan sebuah skripsi sehingga penjabarannya tidak melebar kepersoalan diluar dari apa ada dalam judul skripsi

d) Rumusan Masalah
    Adalah rumusan secara nyata tentang masalah yang ada dalam bentuk pertanyaan penelitian yang dilandasi oleh pemikiran teoritis yang kebenarannya perlu di buktikan.

e) Tujuan Penelitian 
     Bagian ini menjabarkan tujuan yang ingin dicapai melalui proses penelitian. Biasanya merujuk pada hasil yang akan dicapai atau diperoleh dari maksud penelitian.

f) Manfaat Penelitian
    Manfaat yang ingin disampaikan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan untuk kalangan akademis maupun untuk umum.

2) BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

a) Landasan Teoritik
Bagian ini berisi tentang teori dasar para ahli yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori, proposisi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan untuk mencegah duplikasi.

b) Hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan
Bagian ini memuat tentang fakta-fakta atau hasil kajian empirik yang relevan dengan judul/topik penelitian. Bagian ini berisi tentang : nama peneliti atau penulis, judul atau topik, alat atau metode analisis dan hasil penelitian tersebut.

c) Kerangka Pemikiran 
Kerangka pemikiran penelitian bisa berbentuk bagan, model matematik atau persamaan fungsional yang dilengkapi dengan uraian kualitatif. Kerangka pemikiran disusun berdasarkan latar belakang masalah, ditunjang oleh teori-teori yang ada dan bukti-bukti empirik dari hasil-hasil penelitian terdahulu, maupun jurnal-jurnal yang relevan dengan masalah yang diteliti, kemudian dirumuskan dalam suatu kerangka pemikiran. Jika memungkinkan disusun dalam satu model yang menggambarkan keterkaitan antar variabel, sehingga dapat dirumuskan suatu hipotesis.

d) Hipotesis Penelitian.
Hipotesis penelitian dirumuskan dengan bersumber pada kajian pustaka, penelitian terdahulu dan kerangka pemikirtan penelitian. Akan tetapi, tidak semua penelitian memerlukan rumusan hipotesis penelitian. Penelitian yang bersifat eksploratoris (penjelasan) dan deskriptif (gambaran) tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi.

3) BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini dijelaskan metode penelitian yang digunakan (misalnya, metode eksperimen) disesuaikan dengan masalah apa yang diangkat. Yang perlu dijelaskan adalah konsep metode yang digunakan itu, rancangan, dan variabelnya. Dalam kaitannya dengan variabel penelitian, peneliti perlu menjelaskan jenis variabel, definisi operasional variabel, dan hubungan antar variabel.
a) Rancangan/Desain Penelitian/Metode Penelitian 

b) Waktu dan tempat penelitian 
Menjelaskan tentang waktu dan tempat penelitian itu dilakukan

c) Variabel-variabel yang diteliti 

d) Populasi dan Sampel Serta Teknik Pengambilan Sampel. 
Ketika menjelaskan sampel penelitian, peneliti perlu menjelaskan jumlah sampel, alasan pengambilan anggota sampel sejumlah itu, dan teknik pengambilan sampelnya (sampling). Bila dipandang perlu, peneliti  juga dapat menjelaskan prosedur pengambilan sampel untuk meyakinkan pembaca bahwa sampel yang diambil dari populasi benar-benar representatif.

e) Teknik pengumpulan data
Penjelasan tentang teknik/instrumen pengambilan data sebaiknya bersifat rinci/spesifik. Ada baiknya apabila peneliti juga menjelaskan rancangan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen meskipun hanya sekilas. Misalnya, apabila teknik pengambilan data berupa tes, maka perlu dijelaskan nama tes, jenis tes, cakupan tes, jumlah butir tes, dan bobot masing-masing butir tes.

 f) Teknik analisis data 
Teknik analisis data ditentukan atas dasar masalah serta metode penelitiannya. Jika rumusan masalahnya lebih dari satu dan memerlukan teknik analisis yang berbeda, maka hal itu perlu dijelaskan.

g) Hipotesis statistik
Pada bagian ini dikemukakan hipotesis statistik, yaitu hipotesis yang siap diuji dilapangan, yang berisi hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (H1). Bentuknya disesuaikan dengan rumusan masalahnya.

C. BAGIAN AKHIR

Kesimpulan dan saran
Bagian ini berisi  uraian singkat tentang kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan disertai dengan saran yang diperlukan sebagai salah satu solusi dalam penyelesaian masalah tersebut.

Daftar Pustaka
Dalam bagian ini dituliskan seluruh referensi yang dijadikan acuan dalam penelitian dan yang disebut langsung dalam tubuh proposal. Rujukan yang tidak disebut tidak perlu ditulis.Penulisan daftar pustaka disesuaikan dengan aturan yang ada.

Lampiran
Lembar data yang menguatkan fakta dilapangan dari penelitian yang dilakukan, bentuknya bisa berupa foto, grafik, peta dan sebagainya.

Demikianlah ulasan singkat saya tentang (kerangka) proposal penelitian, bagi yang ingin mencari  panduan dalam membuat proposal penelitian, tidak ada salahnya kalau artikel diatas dijadikan referensi.

Share:

Tweet Share GPlus